Monday, November 12, 2018

Butuh Kehangatan?

Musim hujan udah dimulai dari awal bulan September lalu. Munculnya masih malu-malu. Bergerak ke bulan november, sang hujan mulai berani menampakkan diri setiap hari dari pagi hingga malam hari.

Hujan adalah berkah Tuhan yang harus disyukuri sebetulnya. Dan saya berusaha untuk turut mensyukuri itu. Tapi terkadang badan saya tidak sanggup menahan hawa dingin yang turut muncul dintara hujan yang turun dan akhirnya turun juga hujan lokal di hidung saya alias pilek. 

Mencari kehangatan adalah salah satu solusi untuk mengusir rasa dingin dan pilek. Saya mencari semangkuk kehangatan di sekitaran tempat jajan didekat kantor. Namun apa daya saya hanya mendapatkan satu mangkuk kehangatan yang hanya sedap dipandang mata tapi tidak dengan rasanya. Rasanya tidak sedap apalagi hangat. 

Jauh-jauh saya mencari kehangatan hingga ke kantor tersayang, ternyata dirumah sendiri sudah tersaji semangkuk kehangatan yang rasanya berlipat ganda karena di buat oleh ibunda tercinta.


*Ini limited edition dan tidak untuk konsumsi publik ;D

No comments:

Post a Comment