pandemi covid-19 masih berlanjut namun sedikit demi sedikit pemerintah mulai menerapkan new normal. sekitar 3 bulan berlalu karena penundaan operasi gigi, saya mulai coba menghubungi pihak RS lagi. ga langsung reschedule karena harus konsultasi ulang lagi dan ada beberapa pemeriksaan ulang seperti cek darah dan bukan lagi rontgen thorax tapi CT scan thorax sebagai tindakan preventif dari covid-19. jauh lebih spesifik memang tahapan pemeriksaannya tapi daripada saya merasakan 4 kali siksaan cabut gigi bius lokal demi menghindari pemeriksaan preventif covid-19, lebih baik nanti saya bayar kelebihan tagihan RS supaya bisa operasi dengan bius total.
minggu kedua bulan Juni saya konsultasi awal lagi dengan dokter gigi SPBM dan sudah ada tanggal sementara tindakan operasinya yaitu hari sabtu terakhir di bulan Juni. awal pekan keempat bulan juni saya melakukan serangkaian test dengan kondisi badan yang ga terlalu fit banget karena 2 hari sebelumnya saya demam tinggi. sempat tertunda 1 hari untuk konsultasi ke dokter anastesi karena telat daftar (saya baru terinfo kalau ada kebijakan baru jika kita menggunakan asuransi umum). hari jum'at pekan keempat saya bertemu dokter anastesi. semua hasil test beberapa hari sebelumnya bagus, hanya ada 1 yang bikin berantakan rencana operasi gigi saya: TROMBOSIT saya anjlok di angka 89.000 dari yang normalnya sekitar 100.000an keatas. dokter anastesi langsung mengarahkan ke internist untuk dapat opsi. cek darah ulang, ga lama hasil keluar, trombosit makin anjlok lagi pemirsaaaah, 69.000. dokter internist nanya2 kapan saya pertama ngerasain demam tinggi plus nyeri sebadan dan udah ga dibolehin pulang, karena hasil cek leukosit pun tinggi. saya didiagnosa DFH alias dengue hemorrhagic fever alias demam berdarah dengue. awalnya saya ragu untuk diopname karena awal2 saya ngerasa sakit sebadan & demam tinggi udah lewat 3 hari, tinggal sisaannya aja pas ketemu sama dokter internist. tapi apa boleh buat saya akhirnya menurut. jadilah saya menginap 4 hari 3 malem di rumah sakit. bukan karena operasi gigi tapi karena sakit yang lain. pe er yang masih nyisa selama saya pemulihan dirumah; naikin kadar trombosit biar bisa secepatnya diatur (lagi) untuk operasi gigi. INI PENUNDAAN KEDUA operasi gigi, dan ini beneran bukan salah saya loooh, salah si NYAMUK, huhuhuhu.. terpaksa akan ada part 3 kisah si gigi bungsu tidur
saya kira saya demam, saya pusing, saya menggigil, badan pun terasa tak karuan karena efek pekerjaan yang tak kunjung berkurang selama WFH, efek pikiran yang seharusnya sudah tidak perlu saya pikirkan lagi karena sudah diselesaikan, dan efek stress menjelang hari tindakan operasi, tapi ternyata masih ada faktor lain
ini foto barbuk untuk nyonya besar,bukan buat pamer, sumfaah. ini kali pertama seumur hidup juga saya diopname dan diinfus. dan ini bener2 sungguh sakiiiiit. dusta yang bilang katanya sakit dipasang infus kayak digigit semut T_T
saya kira saya demam, saya pusing, saya menggigil, badan pun terasa tak karuan karena efek pekerjaan yang tak kunjung berkurang selama WFH, efek pikiran yang seharusnya sudah tidak perlu saya pikirkan lagi karena sudah diselesaikan, dan efek stress menjelang hari tindakan operasi, tapi ternyata masih ada faktor lain

No comments:
Post a Comment