pada umumnya orang awam termasuk saya mengetahui kalau pasang stent atau pasang ring itu di jantung (pembuluh darah yang ke arah jantung), namun ternyata pemasangan stent juga bisa dilakukan di pembuuh darah ke arah ginjal...
berawal dari kontrol rutin ke dokter penyakit dalam setiap bulan, singkat cerita di pertengahan tahun 2019 dokter penyakit dalam curiga ada yang ga beres di sekitaran ginjal sebelah kiri nyonya besar, lalu dilakukan USG abdomen, keluar hasilnya: ada penyempitan di sekitar ginjal sebelah kiri. lalu nyonya besar dirujuk ke dokter spesialis jantung yang lumayan senior pengalamannya (yang kemungkinan juga spesialis pembuluh darah karena sebetulnya nyonya besar juga rutin kontrol rutin bulanan ke dokter jantung tapi dokter peyakit dalam mengarahkan ke dokter jantung lain bukan yang biasa nyonya besar kunjungi). di kunjungan pertama ke dokter jantung dari rujukan dokter penyakit dalam, beliau meminta nyonya untuk USG jantung dan ginjal lagi dan dilanjutkan dengan tindakan kateterisasi ginjal dan jantung (dokternya bilang sekalian aja dua-duanya biar ga 2 kali ngecek-ngecek). alhamdulillah dokter jantung ini langsung gerak cepat untuk ngasih ke tindakan ke nyonya besar.
di bulan september 2019 tindakan katerisasi ginjal dan jantung dilakukan. prosedurnya nyonya besar check in hari minggu sore di rumah sakit untuk mulai rawat inap dan hari senin pagi tindakan kateterisasi dilaksanakan. mulai dari nyonya besar masuk ke ruangan tindakan hingga selesai tindakan memakan waku 2 jam. di sela-sela tindakan, saya sempat dipanggil ke ruangan monitor oleh dokter jantungnya dan beliau menjelaskan baik di pembuluh darah yang ke arah ginjal maupun pembuuh darah yang ke arah jantung masing-masing punya 1 penyempitan. tapi yang tingkat urgensinya lebih tingi adalah penyempitan pembuluh darah yang ke arah ginjal sebelah kiri yang sudah 80%, dan kondisi itulah yang suka bikin tekanan darah nyonya besar sering melambung tinggi hingga 200/100. soo,,, dokter merekomendasikan untuk memasang stent atau ring di pembuluh darah tersebut. pasca kateterisasi dipantau dulu selama 6 jam pasca tindakan, karena ga ada pendarahan di area tindakan (btw tindakan nyonya besar dilakukan di siku tangan sebelah kanan), malemnya udah diperbolehkan pulang dengan catatan ga boleh angkat2 berat dulu selama sepekan.
di minggu terakhir bulan oktober tindakan angioplasti atau pemasangan stent di pembuluh darah ke arah ginjal dilaksanakan setelah sempet tertunda 2 minggu karena miskomunikasi. seperti biasa nyonya besar check in hari minggu, tindakan hari senin pagi. durasinya hampir sama sekitar 2 jam. di sela-sela tindakan, seperti biasa (lagi), saya dan abang saya dipanggil ke ruang monitor oleh dokter untuk dikasih liat dan dijelaskan tentang hasil pemasangan stent dan akan dilakukan evaluasi untuk 3 bulan berikutnya lalu akan pasang stent lagi untuk pembuluh darah yang ke arah jantung. pasca tindakan, sesuai prosedur di rumah sakit tersebut, nyonya dipindah ke HCU dulu untuk pemantauan selama 1 hari. di hari berikutnya di jam 12 siang nyonya besar dipindah masuk ruang rawat inap biasa. saya kira udah bisa pulang di hari itu cumaaa dokter minta untuk stay 1 hari lagi untuk final check. di hari terakhir setelah cek ini itu, lepas jam 12 siang nyonya besar sudah diperbolehkan pulang, alhamdulillah.
tapiiiii,, ada yang saya lupa selama proses-proses tersebut saya terlalu mengantuk untuk mendokumentasikan yang penting-penting, ahahaha. nanti mudah-mudahan di tindakan pemasangan stent part 2 bisa saya dokumentasikan yaa.
daan jadilah selama 2019 itu saya udah memakai cuti sebanyak 13 hari termasuk waktu nyonya diopname karena hipertensi dan tindakan katerisasi, dan saya harus menghemat pemakaian cuti tahunan sampe bulan mei 2020 ini T_T
No comments:
Post a Comment