Wednesday, August 29, 2018

17 Agustusan a la nyonya besar

Sebetulnya sih semenjak 4 bulan tuan besar wafat, saya mulai sering nemenin nyonya keluar rumah untuk refreshing. Ga jauh-jauh, cukup nge-mall deket rumah atau ke pusat Kota tangerang.
Naaahh, beberapa bulan lalu nyonya besar dan teman-teman arisannya kulineran di jalan soleh ali, tangerang. Sebagai ibu yang baik yang ga tega kalo anaknya cuma dikasih cerita hasil kulineran yang katanya sedep-sedep, jadilah tanggal 17 Agustus lalu disaat orang lain sedang ikutan balap karung dan makan kerupuk, Saya Dan nyonya besar meluncur ke jalan soleh ali. Tapi Sayang sebagian kiosnya pada tutup, termasuk kios jus yang populer disana
Tapiii, jangan sedihh, sebagian kios lainnya masih pada buka kok 
Beraneka ragam sih makanan dan minuman yang dijual, saya memilih untuk makanan asinan sayur sambel kacang dan nyonya besar laksa bihun spesial di kedai laksa sari. Rasanya??? Enaaaaak buibuk! Saking enaknya saya lupa untuk mendokumentasikan si barang bukti karena udah terlanjur dibuang ke lambung. Selain laksa, kedai laksa sari juga menyediakan menu lain yang ga kalah sedapnya. Dan harganya pun masih tergolong worthed. 

Setelah selesai makan siang di jalan soleh ali, rangkaian 17 agustusan a la nyonya besar ditutup dengan silaturahim ke rumah salah satu tetangga waktu tinggal di mess pabrik tempat almarhum tuan besar bekerja. Mumpung masih ada kesempatan dan umur kalo katanya nyonya besar. Gantian kita yang mengunjungi teman-teman tuan besar yang dulu sering mengunjungi tuan besar selama sakit. 

Well, segini dulu cerita 17 agustusan nyonya besar dan saya. Ada yang mau makan-makan lagi di soleh ali sama saya? (Baca:yang bertanya ini maksudnya pengen ditraktir ;p)

No comments:

Post a Comment