6 bulan lebih sudah saya bekerja "serabutan" bahkan nyaris tanpa pekerjaan yang berarti. departemen saya memang sedang setengah idle, mengapa setengah? di departemen saya ini ada dua unit, unit pertama beban pekerjaannya saat data-data baru terus berdatangan sangat melelahkan bahkan harus sampai lembur untuk level staff. sedangkan unit kedua; unit yang saya tempati blum ada pekerjaan berarti karena semua project masih dalam proses untuk dipublikasikan. paling yang sibuk hanya supervisor dan kepala departemen saya aja, sedangkan saya yang bagian operasionalnya blum kedapetan repot-repotnya sampe hari ini.
yang ada sementara ini saya ikut diperbantukan untuk mem-back up salah satu teman yang sedang cuti melahirkan dan ujung-ujungnya saya malah jadi sering berurusan dengan hal-hal yang sifatnya administratif lagi (di divisi sebelumnya saya juga nyambi untuk ngurus fungsi administratif). urusan administratif pun hanya sedikit. ngerasa ga produktif itu sangat bikin ga nyaman, karena disaat teman-teman yang lain sibuk dengan pekerjaannya, pusing dengan deadline yang semakin mepet, ngerjain case-case yang aduhai bikin otak ngebul, saya malah bengong-bengong aja. saya udah terlalu sering minta-minta pekerjaan untuk sekedar bantuin teman-teman yang selevel, tapi itu ga bisa terus menerus saya lakukan karena mungkin mereka lebih nyaman menyelesaikan sendiri, dan mungkin bantuan saya hanya menghambat selesainya pekerjaan mereka.
di suatu kesempatan meeting internal departemen kami beberapa minggu lalu, kepala departemen saya juga mengakui kalo departemen yang dia pimpin memang sedang banyak idlenya sekarang ini dan beliau secara ga langsung membuat penegasan dengan cara memberikan pertanyaan yang lebih cenderung terdengar seperti pernayataan kepada saya: "kamu juga lagi ga ada pekerjaan kan?" itu memang kenyataan dan saya menjawab IYA. dengan kondisi departemen kami yang sedang setengah idle, diharapkan kami-kami ini bisa membantu departemen lain yang sedang butuh tenaga tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. namun sayangnya departemen yang sedang membutuhkan bantuan itu lagi pusing untuk mengolah data yang jumlahnya banyak banget dan kemampuan saya untuk menggunakan ms.excel masih level bawah banget, sedangkan 1 teman sesama staff di departemen saya sudah sangat ahli menggunakan ms excel, dan seringkali departemen lain meminta bantuan ke temen satu departemen saya itu. mungkin beliau juga sebenarnya tidak ada maksud negatif apapun ke saya, namun kalimat beliau itu cukup kasih efek yang luar biasa untuk saya. dan ini juga menjadi puncak emosi saya yang hanya bisa saya pendam. saya ngerasa ga bisa kasih kontribusi apa-apa untuk divisi yang saya tempatin sekarang karena ga ada kegiatan berarti yang bisa saya kerjain. belum lagi kicauan bercanda dari beberapa tetangga yang buat saya bukan hanya sekedar becandaan..
belajar ilmu sabar dan ikhlas itu memang sulit..
sampai saya terpikir ingin kembali lagi ke divisi saya yang dulu, tapi itu sangat mustahil bisa kejadian. dan kalau di flashback gimana ceritanya saya pindah dari divisi saya yang lama hanya bisa bikin saya jadi sedih dan sakit hati.
No comments:
Post a Comment