mmm.. gw sendiri sebenernya ga paham-paham banget tentang autisme...
kata AUTIS pasti udah sering didengar dan dipake tapi tidak pada tempatnya. maksud gw sekarang ini banyak temen-temen gw sendiri yang suka ngucapin kata AUTIS untuk bahan celaan, contohnya "dia mah kalo udah pegang BB, bakal AUTIS dehh" atau "AUTIS banget c tuh orang" padahal jelas-jelas yang dicela itu ga menderita AUTISME
padahal para orang tua yang punya anak-anak yang menyandang autisme harus kerja keras dan butuh kesabaran ekstra serta dana yang engga sedikit untuk memulihkan keadaan si anak dalam waktu yang sangat lama dan bertahap. kebetulan gw punya sepupu yang menyandang autisme. dia didiagnosa autisme waktu umurnya masih dibawah 3 tahun.terapi rutin pun dilakukan. tapi hasil perkembangan dari terapi itu beda-beda, tergantung dari dukungan lingkungan dia terutama keluarga. tapi yang pasti, tiap lebaran idul fitri gw berkunjung ke rumah sepupu gw itu, pasti semua kue-kuenya terbuat dari tepung beras bukan tepung terigu. katanya sih penggunaan tepung terigu untuk penyandang autisme sangat tidak dianjurkan.
sekarang umurnya udah menginjak 12 tahun. harusnya dengan umur segitu dia udah duduk di kelas 6 SD atau kelas 1 SMP, tapi karena punya "keistimewaan" saat ini dia sedang duduk di kelas 5 SD (eh apa kelas 4 yaa, gw jg blum update lagi tentang dia). tolong digaris bawahin yaa,, dia bersekolah di sekolah umum bukan sekolah khusus. yaaa,, walaupun orang tuanya terlebih dahulu harus menginformasikan ke pihak sekolah tentang "keistimewaan"nya dia. malah ada 1 cerita sukses dari Oscar Yura Dompas yang menyandang autisme. dia mampu menyelesaikan studi S1nya di salah satu universitas swasta di Jakarta.
please, jangan menggunakan kata AUTIS sebagai kata-kata hinaan. mereka yang penyandang autisme butuh perjuangan keras untuk bisa diterima di lingkungan sekitar..
No comments:
Post a Comment